Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan
sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris "Hobby"
Tujuan
Tujuan hobi adalah untuk memenuhi
keinginan dan mendapatakan kesenangan . Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti
mengumpulan sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa.

Sesuatu yang aneh menurut saya adalah kalau bertanya banyak anak-anak
sekolah apa hobinya, seringkali jawaban adalah seperti; makan, nonton,
dengerkan musik, tidur, main Play Station, chatting, dll (kegiatan-kegiatan
pasif). Padahal hobi-hobi kita dapat sangat
meningkatkan pengetahuan, kemampuan oleh keterampilan, dan ilmu kita. Pada
waktu saya sendiri usia 14 tahun hobi-hobi saya termasuk; elektronik,
fotografi, kimia, penerbangan, dan berlayar. Dan pada waktu saya mencari
pekerjaan pengetahuan dan pengalaman terkait topik-topik itu sangat membantu
saya berhasil di lapangan kerja.
Di luar negeri dalam wawancara lamaran kerja kita seringkali ditanya mengenai "Hobbies & Interests" dan "Experience" (pengalaman), walapun baru lulus sekolah atau universitas. Hobi-hobi sangat dihargai, maupun pengalaman. Kebanayakan pengalaman saya di luar melaksanakan hobi-hobi saya waktu baru lulus termasuk bekerja di pabrik-pabrik sebagai tenaga buruh selama liburan sekolah (mencari uang saku dan dana untuk hobi-hobiku). Tetapi ini juga dihargai karena sebagai indikator bahwa orang sudah mengerti keadaan dan kebudayaan di lapangan kerja, maupun familiar dengan isu-isu terkait etik kerja.
Baru dua hari yang lalu saya menyaksikan seorang bapak mengajak anak-nya (laki)menggunakan waktunya di luar sekolah untuk mengulangkan pembelajaran dari sekolah atau sesuatu yang lebih bermanfaat daripada main games di hanfon dan chatting (persiapan diri untuk pengangguran saja). Saya sampaikan ke anaknya bahwa dunia kerja dan masa depan kita sangat tergantung kita. Lulus dari sekolah atau perguruan tinggi sekarang saja dengan nilai yang bagus tidak menjaminkan kita akan berhasil di lapangan kerja (60% Lulusan PT Menganggur).
Salah satu masalah besar dengan dunia pendidikan kita adalah lulusan-lulusan kita adalah sangat seragam (oleh pendidikan berbasis-pengetahuan seperti robot). Isu terpenting yang lain adalah pembelajaran-nya pada umum adalah masih berbasis-hafalan "Pembelajaran-Pasif" yang tidak memberikan kesempatan untuk mengekpresikan diri, perkembangan diri, atau perkembangan isu-isu seperti kreativitas dan inovasi kita.
Dalam melaksanakan hobi-hobi kita, kita 100% bebas untuk mengeksresikan diri dan mengolahragakan otak kita dan mencoba kreativitas kita tanpa batas (seharusnya pendidikan di sekolah juga begitu!). Dana-nya untuk hobi dari mana? Kebanyakan hobi-hobi dapat dimulaikan dari zero dana, mulai dari pembelajaran (baca-baca buku dari teman, perpustakaan atau artikel dari Internet).
Maaf, sedikit sejarahku...
Kalau melihat kasus seperti saya tunjukkan di foto bagian "Keterampilan Gratis"(elektronik) itu juga dapat mulai dari Rp.0. Misalnya waktu saya usia 14-15 tahun ortu saya dan jelas saya sendiri tidak mempunyai uang untuk beli komponen elektronik maupun multimeter. Pada awalnya saya mencari barang-barang elektronik yang dibuang ke tempat sampah dan membongkar dan simpan komponen-komponen bekas di kaleng-kaleng bekas (yang dicet) yang saya juga kumpulkan dari tempat sampah.
Dalam proses mencari barang elektronik saya sering ketemu motor-motor yang rusak (sumber tembaga), dan banyak timah hitam juga yang dibuang dari rehab atap rumah, yang saya kumpulkan dan dijual, akhirnya saya mempunyai multimeter juga. Barang-barang untuk hobi kimia saya juga dari tempat sampah di perusahaan "Petro Chemicals" yang terjangkau kalau naik sepeda dari rumah saya. Mereka malas membersihkan, jadi sering membuang peralatan yang masih bagus.
Hobi-hobi kita sangat dapat membantu meningkatkan pendidikan dan kreativitas kita, dan membuka banyak kesempatan untuk kegiatan yang dapat dilanjutkan ke status entrepreneur. Yang paling membantu adalah pengalaman-nya dan ilmu-nya, yang pelajar-pelajar lain barangkali tidak akan menerima di lembaga formal karena pengalaman dan ilmu ini dicapaikan 100% dari pembelajaran-aktif dan sesuai niat dan keinginan anda (Kurikulum Buatan Anda Sendiri). Semoga Sukses!
Di luar negeri dalam wawancara lamaran kerja kita seringkali ditanya mengenai "Hobbies & Interests" dan "Experience" (pengalaman), walapun baru lulus sekolah atau universitas. Hobi-hobi sangat dihargai, maupun pengalaman. Kebanayakan pengalaman saya di luar melaksanakan hobi-hobi saya waktu baru lulus termasuk bekerja di pabrik-pabrik sebagai tenaga buruh selama liburan sekolah (mencari uang saku dan dana untuk hobi-hobiku). Tetapi ini juga dihargai karena sebagai indikator bahwa orang sudah mengerti keadaan dan kebudayaan di lapangan kerja, maupun familiar dengan isu-isu terkait etik kerja.
Baru dua hari yang lalu saya menyaksikan seorang bapak mengajak anak-nya (laki)menggunakan waktunya di luar sekolah untuk mengulangkan pembelajaran dari sekolah atau sesuatu yang lebih bermanfaat daripada main games di hanfon dan chatting (persiapan diri untuk pengangguran saja). Saya sampaikan ke anaknya bahwa dunia kerja dan masa depan kita sangat tergantung kita. Lulus dari sekolah atau perguruan tinggi sekarang saja dengan nilai yang bagus tidak menjaminkan kita akan berhasil di lapangan kerja (60% Lulusan PT Menganggur).
Salah satu masalah besar dengan dunia pendidikan kita adalah lulusan-lulusan kita adalah sangat seragam (oleh pendidikan berbasis-pengetahuan seperti robot). Isu terpenting yang lain adalah pembelajaran-nya pada umum adalah masih berbasis-hafalan "Pembelajaran-Pasif" yang tidak memberikan kesempatan untuk mengekpresikan diri, perkembangan diri, atau perkembangan isu-isu seperti kreativitas dan inovasi kita.
Dalam melaksanakan hobi-hobi kita, kita 100% bebas untuk mengeksresikan diri dan mengolahragakan otak kita dan mencoba kreativitas kita tanpa batas (seharusnya pendidikan di sekolah juga begitu!). Dana-nya untuk hobi dari mana? Kebanyakan hobi-hobi dapat dimulaikan dari zero dana, mulai dari pembelajaran (baca-baca buku dari teman, perpustakaan atau artikel dari Internet).
Maaf, sedikit sejarahku...
Kalau melihat kasus seperti saya tunjukkan di foto bagian "Keterampilan Gratis"(elektronik) itu juga dapat mulai dari Rp.0. Misalnya waktu saya usia 14-15 tahun ortu saya dan jelas saya sendiri tidak mempunyai uang untuk beli komponen elektronik maupun multimeter. Pada awalnya saya mencari barang-barang elektronik yang dibuang ke tempat sampah dan membongkar dan simpan komponen-komponen bekas di kaleng-kaleng bekas (yang dicet) yang saya juga kumpulkan dari tempat sampah.
Dalam proses mencari barang elektronik saya sering ketemu motor-motor yang rusak (sumber tembaga), dan banyak timah hitam juga yang dibuang dari rehab atap rumah, yang saya kumpulkan dan dijual, akhirnya saya mempunyai multimeter juga. Barang-barang untuk hobi kimia saya juga dari tempat sampah di perusahaan "Petro Chemicals" yang terjangkau kalau naik sepeda dari rumah saya. Mereka malas membersihkan, jadi sering membuang peralatan yang masih bagus.
Hobi-hobi kita sangat dapat membantu meningkatkan pendidikan dan kreativitas kita, dan membuka banyak kesempatan untuk kegiatan yang dapat dilanjutkan ke status entrepreneur. Yang paling membantu adalah pengalaman-nya dan ilmu-nya, yang pelajar-pelajar lain barangkali tidak akan menerima di lembaga formal karena pengalaman dan ilmu ini dicapaikan 100% dari pembelajaran-aktif dan sesuai niat dan keinginan anda (Kurikulum Buatan Anda Sendiri). Semoga Sukses!
Importance of
hobby
Hobby is usually an activity which makes the person feel good. Hobbyists
engage in hobbies out of interest. It is the emotional returns that are valued
rather than financial reward. An activity chosen as hobby is very dear to one's
heart doing which the hobbyist derives immense satisfaction. Satisfaction to
the mind, the seat of feelings and thoughts satisfies the soul. The soul
rejoices by way of experiencing satisfaction of mind. Satisfaction so derived
boosts the person's morale, reignites energy resulting in an overall positive
impact. Over the years, 'to ride one's hobby-horse', meaning 'to follow a
favorite pastime' has continued to be purely for mental and physiological
benefits.
Beat the blues: Hobby is a distinct way to get away from the otherwise monotonous everyday regimen.
Best for elders: Hobbies are a good way to pass time especially for retired seniors with ample leisure time. Great amount of research on the subject suggests reading, playing cards, board games, computer games, knitting and cracking crossword puzzles contribute to prevent or minimize memory loss associated with the process of ageing. By engaging in a cognitive exercise, one can feel guarded against the onset of dementia and the Alzheimer's disease.
Brain friendly: Pursuing a hobby is good for the brain. When a person feels good, the nucleus accumbens, an area in the brain that controls feelings about life is stimulated. When a hobbyist passionately pursues a hobby and enjoys the activity, the brain's septal zone is well stimulated. It's the 'feel good' area that makes the hobbyist happy.
Kindles creativity: Pursuing an activity in which you have inherent interest helps unearth hidden talents. Pursuing a hobby stimulates parts of the brain related with creative and positive thinking. Hobbyists exhibit a deep interest to enhance knowledge on the subject.
Improves concentration: Concentration levels improve. Heightened state of concentration increases neurotransmitter levels in brain. Chemicals like endorphins, norepinephrine and dopamine levels increase, these contribute to improving focus and interest in any activity.
Aids straight thinking: Engaging in hobby leaves less or no time for wayward thinking.
Fosters self-esteem: Hobbyists think beyond the boundaries of job, work, business etc. They have varied interests with wider perception. Hobbyist evaluates self-worth beyond financial revenues and work performance.
Fosters friendship: A tech-savvy hobbyist creates blogs and participates in forums and clubs connecting with other hobbyists. Here, hobby is a networking tool that opens a new avenue to build friendship.
Stress buster: After a hard day's work, engaging in a passionate activity destresses and relaxes the mind. It's a smart and effective technique to unwind towards the end of the day and contributes to enjoying a good night's sleep.
Save dollars: Pursuing hobbies like knitting, sewing, painting, candle making, jewelry making, paper crafts, gift bags etc provide for a source of handmade gift items to friends and family. A unique gift that helps save dollars too.
Turn hobbies into profits: There are great ways of converting love for photography, passion for artwork or any other hobby pursuit into a moneymaking business proposition.
Source: http://www.targetwoman.com
Beat the blues: Hobby is a distinct way to get away from the otherwise monotonous everyday regimen.
Best for elders: Hobbies are a good way to pass time especially for retired seniors with ample leisure time. Great amount of research on the subject suggests reading, playing cards, board games, computer games, knitting and cracking crossword puzzles contribute to prevent or minimize memory loss associated with the process of ageing. By engaging in a cognitive exercise, one can feel guarded against the onset of dementia and the Alzheimer's disease.
Brain friendly: Pursuing a hobby is good for the brain. When a person feels good, the nucleus accumbens, an area in the brain that controls feelings about life is stimulated. When a hobbyist passionately pursues a hobby and enjoys the activity, the brain's septal zone is well stimulated. It's the 'feel good' area that makes the hobbyist happy.
Kindles creativity: Pursuing an activity in which you have inherent interest helps unearth hidden talents. Pursuing a hobby stimulates parts of the brain related with creative and positive thinking. Hobbyists exhibit a deep interest to enhance knowledge on the subject.
Improves concentration: Concentration levels improve. Heightened state of concentration increases neurotransmitter levels in brain. Chemicals like endorphins, norepinephrine and dopamine levels increase, these contribute to improving focus and interest in any activity.
Aids straight thinking: Engaging in hobby leaves less or no time for wayward thinking.
Fosters self-esteem: Hobbyists think beyond the boundaries of job, work, business etc. They have varied interests with wider perception. Hobbyist evaluates self-worth beyond financial revenues and work performance.
Fosters friendship: A tech-savvy hobbyist creates blogs and participates in forums and clubs connecting with other hobbyists. Here, hobby is a networking tool that opens a new avenue to build friendship.
Stress buster: After a hard day's work, engaging in a passionate activity destresses and relaxes the mind. It's a smart and effective technique to unwind towards the end of the day and contributes to enjoying a good night's sleep.
Save dollars: Pursuing hobbies like knitting, sewing, painting, candle making, jewelry making, paper crafts, gift bags etc provide for a source of handmade gift items to friends and family. A unique gift that helps save dollars too.
Turn hobbies into profits: There are great ways of converting love for photography, passion for artwork or any other hobby pursuit into a moneymaking business proposition.
Source: http://www.targetwoman.com
Memiliki hobi banyak keuntungannya,
terutama bagi anak. Selain jadi sarana ekspresi diri, juga sebagai alat
pendidikan. Nah, jika Anda sudah siap dengan gagasan
mengembangkan/memupuk hobi anak, berikut langkah yang bisa diambil.
1. Beri contoh yang baik
Berdasarkan pengalaman, umumnya anak cenderung punya hobi karena melihat kebiasaan yang ada di rumah atau dari hobi orangtuanya.
2. Siapkan ruang
Anak membutuhan ruangan untuk melakukan kegiatan/hobinya. Sediakan ruang di ujung ruang makan atau di garasi, misalnya. Usahakan tak ada yang mengganggu gugat daerah itu sehingga anak bisa berkreasi dengan bebas.
3. Luangkan waktu untuk membantu
Tidak ada yang akan membunuh hobi anak selain padamnya antusisme dan rasa frustrasi ketika anak tak bisa menyelesaikan karya atau kegiatannya. Jadi, bantu dia. Dengan demikian, anak merasa didukung dan akan makin semangat menekuni hobinya.
4. Batasi jam menonton televisi
Tak mungkin kan mengerjakan hobi sambil sekaligus main game di komputer atau nonton televisi? Nah, daripada anak menghabiskan waktu di depan televisi atau komputer, batasi jam menonton televisi, kemudian beri mereka aktivitas yang lebih berguna.
1. Beri contoh yang baik
Berdasarkan pengalaman, umumnya anak cenderung punya hobi karena melihat kebiasaan yang ada di rumah atau dari hobi orangtuanya.
2. Siapkan ruang
Anak membutuhan ruangan untuk melakukan kegiatan/hobinya. Sediakan ruang di ujung ruang makan atau di garasi, misalnya. Usahakan tak ada yang mengganggu gugat daerah itu sehingga anak bisa berkreasi dengan bebas.
3. Luangkan waktu untuk membantu
Tidak ada yang akan membunuh hobi anak selain padamnya antusisme dan rasa frustrasi ketika anak tak bisa menyelesaikan karya atau kegiatannya. Jadi, bantu dia. Dengan demikian, anak merasa didukung dan akan makin semangat menekuni hobinya.
4. Batasi jam menonton televisi
Tak mungkin kan mengerjakan hobi sambil sekaligus main game di komputer atau nonton televisi? Nah, daripada anak menghabiskan waktu di depan televisi atau komputer, batasi jam menonton televisi, kemudian beri mereka aktivitas yang lebih berguna.

wwwsaoooooooowwwwwwwwwwww
BalasHapus